Kelinci Agresif dan Penyebabnya

Apa itu perilaku agresif?
Perilaku agresif sering dikaitkan dengan tindakan menyerang/ melukai manusia/hewan lainnya. Banyak kasus yang menunjukan bagaimana kelinci bisa menyerang dan menggigit pemiliknya sendiri. Namun sejatinya hal tersebut adalah bentuk mekanisme pertahanan diri mereka. 

Beberapa alasan mengapa kelinci berperilaku agresif:

1) Sakit
Hal pertama yang perlu diperhatikan ketika kelinci berubah menjadi agresif adalah kesehatannya. Kelinci yang sedang sakit biasanya suka menyembunyikan rasa sakitnya dan berusaha untuk terlihat tetap kuat. Hal ini karena kelinci adalah hewan buruan, mereka tidak ingin terlihat lemah dan menjadi target yang paling mudah digapai. Sifat agresi ini bisa jadi cara mereka untuk melindungi diri. Oleh karena itu, jika kelinci mulai menunjukan tanda agresif segera lakukan pemeriksaan pada kondisi fisik dan kesehatan kelinci.

2) Mempertahankan teritori
Kelinci adalah makhluk yang sangat teritorial. Mereka bisa melakukan apa saja untuk mempertahankan wilayahnya, termasuk menyerang (menggigit, mencakar, menendang) siapapun. Hal ini dilakukan untuk melindungi dirinya sekaligus berbagai sumber daya (makanan, minuman, tempat) di wilayahnya. Oleh karena itu penting untuk memberikan kelinci sedikit privasi dan menghormati wilayah mereka. Usahakan untuk tidak membersihkan kandang/ mengubah kandang ketika kelinci masih berada di dalam. Melakukan sterilisasi juga bisa mengurangi tingkat agresi mereka.

2) Takut
Umumnya kelinci yang takut akan memilih untuk bersembunyi atau melarikan diri. Namun jika situasi tidak memungkinkan, mereka bisa menyerang tanpa ragu-ragu (misalnya, tidak jarang kelinci akan mencakar/ menggigit ketika digendong). Jika hal ini terjadi segera hentikan menggendong kelinci atau coba cara lain untuk memindahkannya (misal memancingnya dengan cemilan) sebab kelinci telah menemukan cara yang efektif untuk melarikan diri (dengan menggigit). Sehingga ketika nanti diangkat, kelinci akan melakukan hal serupa secara terus-menerus.

3) Stres
Ketika kelinci secara terus-menerus berada pada situasi ketakutan dan kesakitan, mereka akan merasa stres dan frustrasi. Hal ini membuat mereka bersikap agresif kepada siapapun tanpa pandang bulu. Bahkan kepada orang/ hewan yang tidak mengancam sekalipun.

Apa yang harus dilakukan?
Karena kelinci tidak banyak bersuara ataupun mengekspresikan dirinya, memang agak sulit untuk memahami mereka. Namun jika kita benar-benar teliti, kita bisa menemukan beberapa kebiasaan yang tidak biasa pada mereka dan mulai memahami bahwa ada yang salah. Kita juga perlu memeriksa kelinci setiap harinya baik perilaku, fisik, pola makan, lingkungannya, hingga kotorannya untuk memastikan apakah ada yang salah. Setelahnya, kita hanya perlu memperbaiki hal tersebut. Jika dirasa sulit untuk mengamati perubahan perilaku mereka, kita bisa memulai untuk melakukan langkah-langkah berikut:

1. Memeriksakan kelinci ke dokter hewan.
2. Memberikan vitamin untuk kelinci.  
3. Memindahkan kandang kelinci ke tempat yang aman, nyaman, dan bebas gangguan/ ancaman.
4. Mencoba untuk melepaskan kelinci (free roaming) di 1 ruangan untuk memberinya kebebasan.
5. Memisahkan kelinci dari hewan/ kelinci lainnya untuk sementara.
6. Memberikan camilan kesukaannya.

Setelah itu amati lagi apakah perilaku agresif pada kelinci mulai berkurang.

Comments

Popular Posts