KELINCI KANIBAL, BAGAIMANA MENCEGAHNYA?

Kanibalisme pada kelinci (Neonatal Cannibalism)

 

Gambar 1. Indukan kelinci memakan bayinya

Apa itu Neonatal Cannibalism?

            Kondisi ketika indukan kelinci memakan anak-anaknya yang baru dilahirkan. Kelinci pada umumnya bukan kanibal, namun ada beberapa kasus dimana kelinci memakan anaknya sendiri. Kanibalisme juga merupakan salah satu bentuk mekanisme pertahanan (survival) pada kelinci. Sebab kelinci secara alamiahnya merupakan makhluk yang diburu oleh predator. Hal tersebut membuat mereka ketakutan dan waspada setiap saat. 

            Sebagai manusia modern, kita bisa jadi sulit untuk memahami logika alam yang satu ini. Tapi kelinci sebagai hewan buruan memiliki beberapa opsi yang terbatas untuk menyelamatkan spesiesnya. Dalam beberapa kasus kelinci liar, mereka harus dihadapkan pada predator yang siap memangsa mereka kapan saja dan dimana saja. Jika hal itu terjadi, mereka tidak mungkin untuk membawa semua anak-anaknya sekaligus. Mereka terpaksa membiarkan mereka dimangsa oleh predator ataupun memakannya untuk menghindari anak-anaknya dari penderitaan.

            Meskipun kebanyakan kelinci saat ini telah menjadi hewan peliharaan dan bukan lagi kelinci liar. Nampaknya insting bertahan hidup mereka masih sama. Perubahan mungkin ditemukan, tapi tidak sedikit pula sifat-sifat dan insting survival yang masih diwariskan.


Apa penyebabnya?

            Kanibalisme pada kelinci berkaitan dengan beberapa faktor seperti:

1. Lingkungan

Lingkungan yang tidak konsisten/ sering berubah-ubah; tidak aman dan nyaman; terlalu berisik dan ramai; serta hal lain yang memicu ketakutan membuat indukan kelinci stres dan merasa tidak aman untuk melahirkan dan membesarkan anak-anak mereka. Lingkungan yang menakutkan bagi kelinci membuat mereka merasa panik dan takut bayi-bayinya akan memancing bahaya, hal ini membuat indukan terpaksa memakan anak-anaknya untuk menghindari ancaman.

2. Keterbatasan bahan makanan/minuman

Selama kehamilan hingga masa membesarkan anak, kelinci memerlukan akses yang cukup terhadap berbagai makanan dan minuman secara mudah. Jumlah pakan dan minum yang terbatas membuat mereka kesulitan dalam memenuhi kebutuhan untuk dirinya dan anak-anaknya. Hal ini membuat indukan kelinci merasa putus asa dan melakukan hal ekstrem seperti kanibalisme.

3. Indukan stres

Selama masa kehamilan dan pra melahirkan, indukan kelinci akan sangat mudah stres. Mereka merasa ketakutan dan cemas. Hal ini membuat mereka merasa "have no idea what is going on", mereka tidak tahu lagi mana yang normal dan tidak. Pada kelinci yang baru pertama kali hamil misalnya, kehamilan bisa sangat menyiksa mereka. Beberapa kelinci terlihat sangat takut dan cemas yang berlebihan, hidung dan mulut mereka berair, jantung mereka berdetak lebih cepat dari biasanya.

4. Insting indukan yang kurang baik

Beberapa indukan kelinci memiliki insting keibuan yang kurang baik. Hal ini ditunjukan misalnya dengan tidak membuat sarang sebelum hendak melahirkan, tidak mau menyusui anak-anaknya, tidak mencabuti bulu sebelum melahirkan dll. Salah satu penelitian bahkan menyebutkan bahwa indukan yang tidak membuat sarang sebelum melahirkan, memiliki resiko kanibalisme tinggi. Meskipun begitu, tidak semua indukan yang tidak membuat sarang akan melakukan kanibalisme. Beberapa kelinci juga kebingungan ketika harus memakan plasenta bayinya, terkadang mereka berpikir bahwa bayinya adalah bagian dari plasenta. Insting indukan yang kurang baik juga dapat disebabkan karena usia kelinci yang masih terlalu dini sehingga belum siap untuk hamil dan melahirkan.

 

Apa yang harus dilakukan?

1. Menyediakan lingkungan aman dan nyaman

Selama proses kehamilan dan melahirkan indukan kelinci mudah stres dan sensitif dengan berbagai gangguan seperti suara bising, keramaian, kehadiran hewan lain dll. Untuk itu sediakan lingkungan yang aman dan nyaman untuk indukan kelinci selama masa hamil dan melahirkan. Berikan mereka sedikit privasi dan ruang untuk menenangkan diri. Pastikan lingkungan tersebut terhindar dari suara-suara yang keras, kehadiran hewan/ manusia dalam jumlah banyak. Beri tambahan bantal/ selimut yang lembut agar mereka merasa nyaman. Dua hari sebelum melahirkan berikan mereka hay/jerami/dedaunan kering untuk indukan kelinci membuat sarang.

2. Penuhi kebutuhan makan dan minum

Kelinci yang sedang hamil membutuhkan banyak nutrisi khususnya protein. Berikan mereka alfalfa hay setiap saat, tambahan pelet dengan jumlah yang lebih banyak dari biasanya, air setiap saat, dan sayur-sayuran. Saat melahirkan berikan air minum dalam jumlah yang banyak, sebab mereka akan lebih banyak minum seusai melahirkan. Berikan potongan buah apel untuk mengurangi stres indukan sehabis melahirkan.

3. Bantu mereka dalam merawat anak-anaknya

Setelah indukan melahirkan periksalah anak-anak kelinci. Pastikan mereka dalam keadaan baik dan sehat. Pastikan juga tempat bersarang mereka tidak lembab/ kotor, pastikan hangat dan nyaman. Jika ada bayi yang mati segera pisahkan agar tidak memberikan bau menyengat pada sarang. Sebab hal ini dapat membuat indukan kelinci bingung. Pada hari setelah kelahiran cek lagi bayi kelinci dan periksa apakah mereka telah disusui oleh indukannya. Skenario lainnya adalah kelinci melahirkan anak yang begitu banyak. Ketika indukan kelinci melahirkan bayi dalam jumlah banyak, mereka akan memprioritaskan beberapa anaknya. Hal ini merupakan bagian dari insting bertahan hidup mereka. Indukan kelinci merasa bahwa beberapa bayi memiliki peluang untuk hidup yang lebih tinggi dibandingkan sebagian yang lain, maka merekalah yang akan diutamakan untuk melanjutkan spesiesnya. Dalam kasus ini kita perlu merawat sebagian anakan kelinci yang ditelantarkan tersebut.

4. Memperhatikan usia kelinci

Ketika hendak mengawinkan kelinci, perhatikan usia mereka. Pastikan usia kelinci yang hendak hamil dan dikawinkan lebih dari 6 bulan. Sebab indukan kelinci yang terlalu muda belum siap untuk menjalani tanggungjawab sebagai ibu. Mereka akan lebih mudah merasa stres ketika masa kehamilan, mudah panik dan cemas, yang kemudian bermuara pada perilaku kanibalisme.

5. Steril kelinci dan berhenti membiakannya

Jika kelinci memiliki kecendrungan untuk melakukan kanibalisme secara terus-menerus sebaiknya berhentilah untuk mengawinkan kelinci tersebut. Ini berarti bahwa kelinci itu memang tidak siap dan tidak memiliki keinginan untuk hamil, sebaiknya tidak memaksanya untuk terus hamil dan melahirkan. 


Comments

Popular Posts