Cara Kelinci Kawin

Gambar 1. Kelinci Mounting

 Apa Itu Mounting?

            Mounting/ humping merupakan perilaku kelinci yang menandai bahwa mereka ingin melakukan reproduksi (perilaku kawin). Humping juga merupakan salah satu cara kelinci untuk berkomunikasi dengan kelinci lainnya. Perilaku komunikasi yang ditandai dengan humping dapat berupa dominasi, ajakan bermain (bonding), hingga perkelahian.

Kapan Kelinci Mulai Menunjukan Perilaku Kawin?

Pada usia 4-6 bulan kelinci akan memasuki masa kematangan seksual. Oleh karena itu banyak dokter hewan yang menyarankan kelinci untuk disteril (spaying & neutering) di usia ini. Kelinci juga biasanya dipisahkan antara jantan dan betina untuk menghindari kehamilan yang tidak diinginkan, sebab tidak seperti hewan lainnya, kelinci dapat hamil sepanjang tahun. Bahkan setelah kelinci melahirkan mereka dapat kawin dan hamil lagi.

Mekanisme Perilaku Kawin

Selama masa kematangan seksual kelinci mulai mengalami birahi. Jika terdapat sepasang kelinci, kelinci jantan biasanya akan segera menghampiri dan berusaha untuk mengawinkan kelinci betina sepanjang waktu. Kelinci jantan akan menyemprotkan air seninya ke segala penjuru (seperti air mancur) untuk menunjukan dominasi dan teritorinya. Jika kelinci diletakan di kandang, kelinci jantan biasanya akan melakukan thumping (menghentakan kaki) untuk menunjukan dominasinya terhadap kelinci betina. Setelah berhasil mereka akan menaiki kelinci lainnya (humping) dan menggoyangkan bagian bokong mereka ke kelinci lainnya. Proses perkawinan biasanya berhasil ketika kelinci jantan terjatuh/ terguling setelah kawin dan mengeluarkan suara seperti “rrrr”.


Gambar 2. Humping non-kelinci

Humping Sebagai Bentuk Komunikasi

Dalam beberapa kasus unik, kelinci yang tinggal sendiri terkadang menunjukan perilaku kawin (humping) tetapi dengan objek non-kelinci seperti bantal, bola, mainan, dan lainnya. Kasus lainnya adalah ketika hanya terdapat dua ekor kelinci betina, mereka akan berupaya untuk melakukan humping satu sama lain. Dalam kasus-kasus tersebut, biasanya kelinci bukan bertujuan untuk kawin, melainkan untuk berkomunikasi dengan kelinci lainnya. Mereka sedang menentukan siapa bosnya di teritori tersebut. Jadi perilaku kawin (humping) tidak hanya dilakukan kelinci untuk kawin saja, melainkan juga sebagai bentuk komunikasi yang bertujuan untuk mengatakan pada kelinci lainnya bahwa “Aku yang berkuasa disini!”.

Perilaku humping biasanya terjadi pada kelinci yang sedang melakukan bonding/ pendekatan. Jika kalian memiliki dua ekor kelinci dan mereka melakukan humping, tidak perlu panik karena itu merupakan cara mereka untuk berkomunikasi. Namun sebaiknya perilaku humping dihentikan ketika kelinci yang berada di posisi bawah sudah mulai merasa takut, tertekan ataupun tidak nyaman.


Gambar 3. Humping depan

Humping Depan

Beberapa kelinci terdapati melakukan humping dari depan, jadi bukannya menggoyangkan bokong ke bokong kelinci lain, mereka justru memberikan bokongnya pada kepala kelinci lainnya. Hal ini sebaiknya dihentikan karena dikhawatirkan dapat menyakiti kelinci lainnya. Hal ini bisa juga terjadi karena hormon kelinci, sehingga mereka terkadang bertingkah bar-bar dan melakukan mounting secara tidak tepat.

Comments

Popular Posts